Sepertinya, Tuhan mengizinkan aku untuk memiliki ekspektasi.
Dan, Tuhan juga yang mengizinkan nya menjadi kepastian.
Ketika para ahli selalu berbicara tentang ekspektasi dan harapan.
Ketika itu juga, Tuhan memberi ku kenyataan.
Tak ada hal yang lebih membahagiakan ketika bersama dengan kebahagiaan.
Dan kali ini, kebahagiaan itu melebihi apa yang aku bayangkan.
Aku pernah pesimis terhadap cinta yang terbentur keadaan, namun ternyata Tuhan memberi ku jalan baru menuju puncak keoptimisan.
Aku pernah bermimpi untuk bersama mu, dulu.
Aku pernah bermimpi untuk memluk mu, dulu.
Aku pernah bermimpi untuk mencium mu, dulu.
Dan, bermimpilah kamu karena mimpi itu adalah kenyataannya yang tertunda.
Perfectly Imperfect. Aku tulis apa yang ingin aku tulis. Bukan apa yang ingin kamu baca. Aku cerita apa yang ingin aku ceritakan. Bukan apa yang ingin kamu dengar.
Tampilkan postingan dengan label tulisantanparasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisantanparasa. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Desember 2012
Kamis, 29 November 2012
Kamu..
Kamu..
Aku tau, ini menyakitkan.
Dan lebih menyakitkan ketika tak ada satu kepastian pun yang kau berikan.
Aku tau, kau berharap lebih.
Tapi, kamu terlalu malu dan gengsi untuk mengutarakannya.
Aku tau, kau pun menginginkan ku.
Namun keadaan ini tak kuasa menerimanya.
Aku tau, kau menatap ku beda.
Lebih dari sekedar tatapan melainkan harapan.
Aku tau, aku tau, aku tau...
Kamu..
Mengapa kau diciptakan begitu tertutup?
Kamu..
Akankah setelah ini semua berubah?
Akankan muncul secercah harapan dari sebuah kepastian?
Akankah cinta ini terbalaskan?
Bersama mu, adalah harapku.
Aku ingin kau, selalu.
Aku tau, ini menyakitkan.
Dan lebih menyakitkan ketika tak ada satu kepastian pun yang kau berikan.
Aku tau, kau berharap lebih.
Tapi, kamu terlalu malu dan gengsi untuk mengutarakannya.
Aku tau, kau pun menginginkan ku.
Namun keadaan ini tak kuasa menerimanya.
Aku tau, kau menatap ku beda.
Lebih dari sekedar tatapan melainkan harapan.
Aku tau, aku tau, aku tau...
Kamu..
Mengapa kau diciptakan begitu tertutup?
Kamu..
Akankah setelah ini semua berubah?
Akankan muncul secercah harapan dari sebuah kepastian?
Akankah cinta ini terbalaskan?
Bersama mu, adalah harapku.
Aku ingin kau, selalu.
Label:
bukanaku,
cinta,
goresanceritacinta,
sedikitpuisi,
tulisantanparasa
Langganan:
Komentar (Atom)