Tampilkan postingan dengan label vacation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vacation. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2011

Touring to Purwakarta

Akhirnyaaa rencana jalan-jalan naik motor terlaksana.
28 december. Saya, Devina, Dadi, Gilang, dan Beni touring yang arahnya entah kemana. Loh kok? Iya, soalnya yang tau arahnya cuma the only one Gilang. Gilang yang punya jiwa petualang ini katanya sudah searching tentang sebuat Situ (Bendungan) yang katanya nih tidak jauh dari ciater. 

Formasi tour kali ini adalah 3 motor. Devina dengan Dadi, Saya dengan Beni, dan Gilang sendiri. Karena Gilang adalah EO tour kali ini, jadi dia yang harus memimpin perjalanan. *kayak apa aja pake dipimpin*

Rabu pagi, sebelum kami pergi, ada baiknya untuk sarapan bersama sekalian ngasih tau tentang arah tujuan tour kali ini. Kami memutuskan untuk sarapan di Ketupat ala Padang di jl. Harian Banga. Tapi yang terjadi adalah kita ngobrol sambil sarapan dan malah cerita tentang liburan saya waktu di Jogja kemarin -.- Oke lah tidak apa-apa, yang penting tujuan sekarang adalah jalan ke Lembang via Punclut (Puncak Ciumbuleuit). Kenapa lewat sana? menghindari macet di jalan setiabudi. Sekalian melihat pemandangan indah di sepanjang jalan punclut. Hamparan bukit-bukit yang dingin dengan view kota bandung. amazing!

Selama perjalanan saya tidak henti-hentinya menarik nafas dan buang nafas. Hahaha aneh yaa? tapi entah kenapa saya suka sekali melakukan itu, apalagi kalau sudah menghirup udara di pegunungan. Huuwwoo menyegarkan sekali. Ya, saya suka pemandangan! saya suka di gunung, dibukit, diketinggian, dan saya suka udara yang sejuk. Makanya saya paling senang kalau lewat punclut atau dago bengkok kalau mau ke Lembang.

Setelah lewat punclut, sampailah kami di Lembang. Lembang juga memiliki udara yang sangat sejuk dengan pohon-pohon yang tinggi, selain itu banyak sekalai tempat wisata disana. Tapi tujuan tour kali ini bukan Lembang, melainkan sebuah Situ. Oke perjalanan saya dan teman-teman terus dilanjutkan hingga sampailah kami di sekitaran Ciater. 

Saya dan Beni tiba-tiba punya feeling tidak enak.
  • Pertama, karena kok perjalanan ini tidak sampai-sampai. 
  • Kedua, kata Gilang, Situ nya berada tidak jauh dari Ciater. 
  • Ketiga, ketika saya tanya ke Gilang 'Gil, masih jauh ga tempatnya?' kata Gilang 'lumayan'. Oke sangat tidak menjawab pertanyaan, bukan? Hahhaaa..
Tidak lama kemudian, sampai lah kami di pertigaan antara Ciater, Subang kota, dan Subang kabupaten. Karena diantara kami tidak ada yang tau arahnya, Gilang menunjukan jalan melewati Subang kabupaten. Begitu ditanya lagi ke Gilang masih jauh atau tidak, jawabannya masih sama 'lumayan'. Dan perjalanan terus dilakukan. Ketika di pertigaan itu, Beni punya inisiatif untuk nge-nol-in km di motornya, supaya tau kategori lumayan menurut Gilang itu berapa kilometer. Hehehe.
Lalu, tercetuslah pertanyaan saya pada beni.
'Ben, kita ke situ mana sih? kok ga sampai-sampai? pantat gw udah sakit nih, udah pengen berdiri. udah hampir 2jam loh perjalanannya..'
Kata beni
'ga tau nda saya juga, pantat saya juga udah ga enak.'
Yah sepanjang jalan akhirnya cuma bisa ngedumel karena ga sampai-sampai dan juga diem ngeliatin plang di sepanjang jalan. Dalam hati, 'ini daerah mana sih?'. Tidak lama kemudian saya teriak,
'Ben, udah nyampe purwakarta dong ini! buseeet sebenernya kita mau ke situ mana sih ben? yaampun jauhh yaah ben..'
Kata beni,
'Yaampun, ini ya nda versi sebelah sana nya Ciater. 29km loh nda. Aduh pantat saya nda.. Hahhaaa'
Geblek emang versi sebelah sana nya atau lumayan-nya Gilang. Hahhaaa alhamdulillah nyaa begitu Beni udah heboh kita masuk Kabupaten Wayasana, dan disitu pula kita sampai. Yeaaay! akhinya sampai jugaaaa. Jadi, tempat yang sebenernya kita tuju adalah Situ Wayasana di Purwakarta. Waktu kita mastiin ke Gilang beneran ini tujuan nya, dia pun memastikan bahwa iya emang ini. Dan dengan polosnya, Gilang bilang 'gw juga ga tau kalo ternyata sejauh ini. kalo di liat dari google kayak nya ga terlalu jauh' YA KALEEE dari google mah keciiillll kaaann yaaahh? OMG!

Sesampainya di Situ itu, kami hanya menikmati pemandangan sekitar Situ sambil makan jagung bakar dan beberapa cemilan yang khusus di bawa Devina. Btw, waktu mau masuk ke area situ harus bayar parkir Rp 2.000,- dan juga bayar lagi masuk ke 'pulau' kecil di atas situ Rp 2.000,-. Kalau mau duduk-duduk santai bisa sewa tikar Rp 5.000,- sepuasnya. Menikmati cemilan jagung bakar cukup dengan Rp 4.000,-. Kalau bosan, bisa naik sepeda air alias bebek-bebekan yang bisa di sewa sepuasnya juga, cukup Rp 5.000,- per orang. Bisa naik sepeda air yang ber-2 atau ber-4. 

Just for info juga nih, kami rada bingung ama 'pulau' kecil yang ada di tengah-tengah Situ. Ada beberapa batu yang mirip nisan. Ternyata setelah dilihat beneran nisan. Pulau itu terdiri dari beberapa makam. Serem yah.. Saya juga ketakutan mulu disitu. hihiii

Btw, sekian dulu ceritanya. next time saya lanjutkan. 
Bye!

Senin, 26 Desember 2011

Tika & Reza's Wedding


Hari bahagia buat temen saya Atika Tyagitawati dan Ilham Reza Saputra. Setelah menjalani masa pacaran yang cukup lama, sejak SMA, akhirnya pasangan yang beda umurnya kurang lebih 9thn melakukan akad nikah di Masjid Agung Jawa Tengah pada tanggal 17 Desember 2011. Bahagia sekali menjadi Tika, lulus kuliah sebentar lagi, tapi status sudah menjadi istri. Setidaknya, Tika ga perlu nyari pendamping wisuda nya nanti. Hehhee..

Saya senang sekali, bisa hadir di acara akad nikah dan syukuran pernikahan teman sendiri. Menurut rencana, Saya akan hardir besama Winda dari Bandung, Ocha, Iqbal, dan Ipeh dari Jakarta. Namun pada kenyataannya tidak demikian. 

Di kosan.
Rencana awalnya, Winda dan Ocha akan menjemput saya dikosan jam 7 malam dan langsung ke stasiun bandung untuk melakukan perjalanan ke Semarang dengan Kereta Eksekutif Harina. Kemudian, iqbal dan ipeh akan menyusul dan kami semua bertemu di Stasiun. Tapi yang terjadi adalah, Ocha dan Winda tidak bisa menjemput saya di kosan, karena jam 7 itu mereka berdua masih ada di tol, kalau harus menjemput saya terlebih dahulu pasti akan sulit dan takut ketinggalan kereta. Akhirnya, saya pun shock, bingung harus ke stasiun naik apa. Panik karena sudah jam setengah 8. Lalu saya coba untuk menghubingi kiki dan minta antar ke stasiun, tapi ternyata dia pun menaruh mobil nya di depan kosan saya cuma dia nya langsung pergi dengan oncom. Ah! bingung harus minta tolong siapa! Kalau di hitung-hitung, tidak mungkin rasanya memanggil taksi, karena jalanan macet sekali dan cuma satu kemungkinan nya, yaitu naik motor. Terbesit lah saya untuk menghubungi Gilang, dia kan kemana-mana naik motor dan suka ngebut. Ternyata setelah saya hubungin dia pun bisa mengantar saya ke stasiun. Alhamdulillah, nyampe lah saya di stasiun dengan terburu-buru. Thanks banget lah ya buat Gilang. Malam minggu nya gw ganggu sebentar. Hehheee.

Di stasiun.
Lari-lari bawa koper. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Kereta Harina akan berangkat pukul 9.30 malam. Tapi, kemana iqbal dan ipeh? kenapa hanya ada ocha dan winda? Setelah di konfirmasi, mereka masih di tol pasteur. OMG! yakin se yakin-yakinnya kalau mereka berdua akan terlambat. Akan tertinggal kereta. Benar saja, Saya dan winda dengan cemas menunggu iqbal dan ipeh di kereta. Ocha bulak-balik keluar masuk kereta untuk menunggu iqbal. Ocha sibuk nyari masinis nya untuk meminta tolong di perlama sedikit keberangkatan kereta nya. Apes! Kereta Harina ini pergi sesuai jadwal. Dan iqbal ipeh pun tertinggal. 

Di Kereta Harina.

Gerbong eksekutif 1, seat number 5A, 5B, 5C, 5D, 6A, dan 6B. Kursi kosong ada 2 seat. Saya, winda, dan ocha merasa bebas mau duduk dimana saja. Kereta ini dingin sekali. Membuat kami sibuk mencari kehangatan. Akhirnya mundar-mandir lah kami ke luar gerbong. Dinging membuat setiap orang merasa lapar dengan cepat, tertuju lah kami di cafetaria kereta ini. Hangat. Kami bercerita tentang iqbal dan ipeh, tentang semarang, tentang pernikahan, dan tentang yang lainnya. Sampai tidak terasa badan ini sudah berkeringat. Saatnya kembali ke tempat duduk dan tidur. Sampai berjumpa di Stasiun Tawang Semarang!

Di Stasiun Semarang Tawang
Voilaaaa, Semarang. This is the first time for me, ke semarang naik kereta. Sebelumnya saya ke Semarang naik pesawat dan kemudian naik bis. Jadi ini pertama kalinya saya melihat stasiun semarang tawang. Ocha dan winda langsung memesan kereta untuk balik ke bandung lusa. Saya cukup duduk-duduk melihat interior design di stasiun ini. Ohya, saya akan langsung ke jogja setelah syukuran selesai. Jadi tidak perlu memesan tiket kereta ke bandung. Kami bertiga akan dijemput oleh supir pribadi tika. Kami menuju rumah kost yang tika booking sebelumnya. Untuk sekedar mandi, ganti baju, dan make up. 

Dikosan Tika.
Horeee. Ketemu teman lama, ada Weni, Nindya, dan Sharin. Mereka sudah make up maksimal untuk acara ini, sedangankan kami masih muka lusuh. Mandi cukup sebentar, kemudian dandan. Berhubung saya tidak bisa berdandan sendiri, winda yang make-up in saya. Jilbab saya pun di mix ama Sharin. Hahaa. Dalam sekejab kami semua sudah cantik, dan siap menunggu taxi untuk ke masjid agung. Show time!

Di Masjid Agung Jawa Tengah
Saya melihat gadis cantik, Tika. Tika yang jarang dandan, tiba-tiba bak menjadi putri keraton. She's beautiful! Dan begitu menyenangkan karena bertemu teman-teman vidatra yang lain. Selamat melihat foto-foto akad nikah.



 











Di Pesta Keboen
Tika dan mas reza memilih tempat ini untuk acara syukuran pernikahan mereka. Tempat yang tidak begitu besar, tapi unik. Konsep awalnya adalah sebuah restoran yang bertema vintage, tapi disulap menjadi lokasi wedding yang beda dari yang lain. Tika memilih tempat ini karena, tempat ini tika banget. Simpel, Vintage, Unik, dan Romantis. 
Menu makanan yang dihidangin memang ga banyak, tapi semuanya adalah kesukaan anak-anak vidatra. HAHAHA ada mpek-mpek, steak, kambing guling, siomay, dll. 
Saya, winda, ocha, weni, nindya, dan sharin udah maksimal banget makan disana. Secara kami disana sekitar 6jam. Kok lama yah? ya iya, karena kami harus nungguin anak-anak jogja yang telat dateng ke semarang dikarenakan sesuatu yang teramat penting. Hedeeehh, tau lah yaa sebanyak apa saya makan disana -____-
Hoaamm, setelah menunggu berjam-jam dan sudah kenyang maksimal baru lah itu rombongan dari jogja pada dateng. Tamu-tamu udah pada pulang, makanan udah sisa, dan mereka tetep bela-belain dateng karena satu, VIDATRA! Persahabatan kami, anak-anak vidatra, ga pernah ada yang bisa menyaingi. Mau acaranya dimana, kapan, setelat apapun, mau ketemu cuma setengah jam, yang namanya hajatan pasti di samperin. Itu lah, mengapa kenapa saya selalu mencintai almamater sekolah saya. I loveeeeeeee youuuu!
Untuk konsep acara syukuran pernikahan, semuanya sederhana. Tidak ada acara adat apapun, karena memang kedua mempelai tidak menginginkan ada acara adat. Lalu konsep yang menikah hanya dipelaminan, itu tidak terjadi disini. Tuan dan Nyonya ini sibuk berkeliling untuk menyapa para tamu undangan. Emang sih, kadang tika suka ga bisa diem. hahahhaaaa.. Seenggaknya, bikin yang punya hajat dengan tamu lebih akrab. Dan kita yang sudah datang jauh-jauh tidak merasa di cuekin. hehhee
Mari, lihat-lihat saja fotonya. Sorry, narsis dikit gak apa-apa yaaa :*









 Fiuuhh! Acara hari ini pun berakhir, waktunya kami untuk ke guest house, istirahat, mandi, dan tidur sejenak. Semua anak-anak tanpa terkecuali kelelahan maksimal. Capek di perjalan, dari bandung-semarang atau dari jogja-semarang. Demi tika, apa sih yang enggak... Hehheeee.. Di guest house yang kami booking itu, semuanya kompak langsung tidur. Dan terbangun untuk dinner. Pilihan dinner kali ini adalah sekitaran simpang lima, atau depan sma 1 semarang. Banyak pedagang yang menjual makanan khas semarang. Menu yang saya pilih adalah nasi brongso dan tahu gimbal. Ayeeey, nikmat sekali! Buat yang suka jeroan, silakan mencoba nasi brongso. hehehe..
We are VIDATRA 2008.



Love, Alinda Permana.

Minggu, 25 Desember 2011

Beautiful Merapi

Hai readers, tanggal 20 december kemarin saya berlibur ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Ya, Yogyakarta selalu menjadi kota paling istimewa buat saya. Istimewa karena kota ini menyimpan beribu kenangan dan berjuta tempat wisata. Salah satu tempat wisata yang dari dulu membuat saya penasaran adalan Wisata Merapi. Wisata ini dimulai sejak terjadinya erupsi merapi alias meletusnya gunung merapi. Karena kejadian itu, banyak sekali rumah-rumah warga yang hancur dan tertutup debu abu vulkanik dari gunung tersebut. Selain rumah yang pada hancur, banyak juga korban yang meninggal. Salah satunya juru kunci merapi yang juga abdi dalem Keraton Ngayogyakarta yang tak lain dan tak bukan adalah Mbah Maridjan (ROSOOOO) !!

Jam 10.30 pagi Tees menjemput saya di kost-an temen saya di jalan kaliurang km 7. Karena tidak tau medan nya seperti apa, saya hanya menggunakan kaos dan jeans tanpa membawa jaket. Saya fikir, jogja itu panas jadi tak perlu jaket. Perjalanan dimulai dengan bercerita-cerita sekilah tentang merapi. Tees sudah pernah kesana, ya jelas karena dia tinggal di Jogja dan dia juga pernah memberikan bantuan langsung ke masyarakat di sana. Seengaknya, saya pergi bersama orang yang tau lokasi. Karena waktu saya tidak banyak di hari itu, saya memutuskan untuk wisata sebentar saja, sekedar naik, foto-foto, dan mengunjungi rumah Mbah Maridjan. 

Ternyata, perjalanan saya diluar dugaan. Memasuki jalan kaliurang atas, cuaca mendung dan dingin menyambut kedatangan saya. Bbbrrr dingin sekali, kesana tanpa membawa jaket itu fail banget. Tapi yasudah tidak terlalu penting, yang penting sampai dan melihat keindahan merapi. Tees memberikan penjelasan banyak tentang merapi, dimana tempat evakuasi, tempat lahar merapi, desa-desa yang dulu terisolasi, kali-kali yang rusak, dll. Wooww semakin penasaran seperti apa merapi itu. Untuk masuk ke kawasan merapi, setiap pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000,- per orang dan pengunjung akan disuguhi pemandangan desa-desa yang belum semuanya pulih. 

Sampai lah saya dan Tees di tempat parkir wisata merapi, untuk parkir motor harus membayar Rp 2.000,- dan mobil Rp 4.000,-. Kami harus memarkirkan kendaraan pribadi karena untuk naik ke atas hanya boleh menggunakan kendaraan yang sudah di siapkan warga. Hitung-hitung sih untuk pemasukan warga sekitar. Setiap kendaraan yang ada bisa disewa, mulai dari mobil jeep, motor trail, dan motor bebek biasa. Kalau tidak ingin menyewa kendaraan, setiap pengunjung bisa berjalan kaki ke atas kira-kira 1km saja. Ohya, setiap pengunjung harus berhati-hati karena jalanan licin dan dipinggi jalan langsung jurang. woow menyeramkan yah, tapi kalau dilihat langsung malah menyenangkan karena begitu indah.

yeaaay, ini lah setengah puncak dari merapi. Indaaaahh sekaaalliii. Keindahannya membuat udara yang dingin menjadi hangat. Hahahaa beautiful merapi. Tapi sayang, kemarin tertutup kabut tebal jadi keindahannya berkurang sedikit. 
Foto disebelah itu tepat di tengah-tengah, kalau tidak kabut kita bisa naik ke atas dan sampai ke puncak. Hmm sayang sekali yah sudah sampai sana tapi tidak ke puncak. Tandanya next time, saya harus ke merapi lagi untuk melihat gunung ini lebih dekat. Let's join!

Setelah menikmati keindahan setengah puncak itu, saya lanjutkan menuju desa Mbah Maridjan, tempat nya tidak terlalu jauh dari puncak. Setiap pengunjung harus berhati-hati, sebab jalannya belum bagus dan banyak sekali gumpalang pasir. Kalau hujan udah mirip lumpur. Kyaaa!
Sedih nih. why? lihat rumah si mbah yang udah rata ama tanah yang tertutup abu.
Ga heran sih, karena letak rumah mbah dengan merapi cukup dekat. Udah gitu si mbah pake acara ga mau ngungsi dari merapi jadi ya dengan sangat sedih ikut menjadi korban. Foto dibawah ini yang di atep-in, itu adalah tempat dimana mbah maridjan ditemukan.
 
Ada lagi yang menyedihkan, yaitu ketika melihat mobil apv yang digunakan untuk evakuasi, malah hancur, gosong terkena abu panas. Alhasil menjadikan 2 wartawan meninggal saat kejadian. 
Cerita tentang meninggalnya kedua wartawan ada disini, semoga tetep bisa kebaca yah.
Berhubung saat kesana malah hujan deras, alhasil saya dan tees harus menunggu di warung kecil milik mbah putri yang juga istri dari adik mbah marijan. Dari warung itu terlihat jelas gunung merapi yang berdiri tegak dan gagahnya. Sungguh keindahan alam yang Allah ciptakan. Amazing! 

Setelah lama menunggu hujan yang tak kunjung reda, ternyata disekitaran merapi mengeluarkan asap yang ternyata dari belerang. Asap itu semakin lama semakin besar dan menggumpal di awan. Kemudian tees menanyakan penyebab dari asap tersebut kepada mas-mas petugas yang khusus mengontrol keadaan merapi. Dari penjelasan nya, ternyata hujan deras menyebabkan belerang yang ada dilereng gunung naik sehingga asap belerang menyembur ke atas. Dan juga efek lainnya bikin ada aliran ke kali-kali di sekitar merapi, seperti kali kuning, kali gendol, dll.

Ohyaa, ada yang bikin saya cengok lagi. Ada masjid yang deket banget sama rumah mbah maridjan, tapi masjid itu sampai sekarang masih bagus dan utuh. Hanya bagian depannya saja yang rusak, selebihnya masih bagus. Oh benar-benar keajaiban.

Hiuhh. Menyenangkan sekali wisata alam kali ini di merapi. Rasa penasaran saya seperti sudah terbayarkan. Tapi next time saya masih pingin ke merapi lagi, penasaran pengen bisa sampai ke puncak merapi. Lain kali, saya ga akan cuma berdua kesana, seengaknya saya akan mengajak temen-temen dari bandung yang juga pengen liat merapi. Btw, sebelum saya pulang saya sempat memotret beberapa testimoni dari para pengunjung merapi.

Just for info juga, ada foto-foto tentang juru kunci merapi yang ternyata turun temurun dari bapaknya mbah maridjan, mba maridjan, dan adeknya si mbah. wooow!
Semoga setelah membaca ini, temen-temen yang baca bisa tertarik ke wisata merapi. Supaya kita bisa lebih menghargai alam dan juga secara langsung membantu perekonomian warga sekitar lereng merapi. Happy holiday, guys.

Love, Alinda Permana

Minggu, 26 Juni 2011

Dunia Fantasi (DUFAN)

DO FUN !!

Siapa yang disini tidak tau Dufan, ngacung ?! Hhehe.. Alhamdulillah banget, tanggal 25 juni kemaren dapet rejeki akhir bulan, yaitu jalan-jalan ke dufan. Yeaayy!! Kenapa alhamdulillah, karena pergi kesana gratis, disana diaksih uang, dan semuanya serba free. Alhamdulillah banget kan.. Pas banget disaat-saat saya kekurangan uang karena akhir bulan, eh malah dapet rejeki. Memang Allah Maha Baik, entah kenapa Allah selalu kasih saya kemudahan. Dan syukur alhamdulilah semuanya karena saya punya Allah.


Ohya, seya ke dufan dalam rangka menghibur anak-anak panti yang berada di bawah naungan Yayasan Yusuf Panigoro. Saya juga sebenernya cuma di ajak sama temen saya Alvin (called him Oncom). Dia punya jatah untuk bawa temen 6 orang, entah apakah dia bagian dari keluarga Yusuf Panigoro, yang penting saya dan ke-6 temen-temen berangkat riang gembira kesana. Saya duduk di bis 4, ramai-ramai bersama keluarga oncom dan juga temen-temen (novi, alex, astrid, trio, dan kiki). Secara otomatis duduk sama kiki, hehe.. Di bis dibagiin sebuah tas kecil yang isinya cemilan (ciki, coklat, susu, minuman, biskuit, dll) aahh seneng kan.. Dibagiin dalam rangka bagi-bagi rejeki kali yah... Selain di bagiin snack, di bagiin juga nih selembar amplop yang ternyata woooww ada uang nyaaa... *lebay* hehe yuupp bagi-bagi rejeki lagi nih per-orang dapet 110rb untuk makan dan uang saku. Yaamppnyuun lumayan kan.. Ohya, untuk menghargai orang-orang yayasan dan anak yatim yang dapet kaos pembagian, saya dan temen2 juga memakai kaos pembagian lengkap dengan pin nya. Hehee supaya terlihat bersahabat :)

sesampainya di dufan, main main main dan main. Harusnya sih seneng kan yaaa, namanya juga lagi vacation gitu, tapi apa yang terjadi??? Pernah gag ngerasain, badan ama jiwa kalian ada di dufan, tapi pikiran dan hati pergi ke tempat yang jauuuuuhh banget... Nah, itu tuh yang saya rasakan waktu di dufan. Wujudnya sih ada di di dufan, main semua wahana, terlihat seneng, bahagia, keliatan menikmati gitu, tapi kalau di telusuri lebih dalam tidak seperti itu. Huhuu :'( Do you know what? soalnya, dulu saya pernah bercita-cita pergi ke dufan bareng ama Dee, tapi gag pernah kesampean. Sekalinya ke dufan bareng ama temen-temen lagi. Dan disaat saya super duper kangen sama dia tapi gag bisa ngapa-ngapain, jadilah tidak menikmati dufan dengan semestinya. Ahhhh fvck! Rasanya pengen naik tornado tapi gag pake pengaman apapun jadi jatoh terus berdarah-darah... #abaikan #lupakan #die #nextblograndom

okay finally decided to stop writing, because it suddenly went crazy.

Selasa, 31 Mei 2011

trip to Solo and Yogyakarta

Kereta Lodaya
Tanggal 24 - 28 mei 2011 kamarin, saya dan teman-teman kampus pergi ke solo dan yogyakarta. Kami ber-15 berangkat menuju solo menggunakan keret api Lodaya Pagi, kelas bisnis. Tepat jam 8, kereta membawa kami menuju stasiun Solo Balapan. Perjalanan ditempuh ± 10 jam dan kami tiba disolo pukul 6 sore. Selama diperjalanan banyak hal yang dilakukan, setiap orang berbeda-beda, misalnya uthy sibuk membaca novel, arlet dan gita sibuk mendengarkan mp3, devina sibuk dengan i-touch nya, oncom dan kiki sibuk mondar-mandir sambil cuci mata di kereta, selebihnya sibuk tidur dan main kartu, hehehe.
Astrid yang sedang nyenyak tidur :p
Karena kami menggunakan kereta kelas bisnis, tentunya dikereta itu tidak ada AC, melainkan hanya kipas angin dan jendela yang bisa dibuka. Ketika masih diwilayah jawa barat, udara masih bersahabat, lumayan dingin dan sejuk, tapi ketika masuk perbatasan antara jawa barat dengan jawa tengah, wooowww udara begitu tidak bersahabat, panas dan pengap. Ditambah lagi banyak pedagang yang masuk ke kereta untuk menawarkan dagangannya. Kalau kalian pernah naik kereta pasti kalian tau apa-apa saja yang mereka tawarkan. Lucunya mereka punya gaya sendiri untuk menjual barang dagangan mereka, misalnya popmie-kopi-popmie-kopi, atau aqua-mijon-aqua-mijon, atau nasi-ayam-pecel-hangat, atau seprit-tisu-seprit-tisu, dan lain-lain. 

Setelah lelah dalam perjalanan, akhirnya sampai juga di solo. Yeaaahh akhirnya liburan ini akan segera dimulai :) Kami menggunakan Gelora taxi solo, taxi ini beda dari taxi yang lain, karena bentuknya yang beda. Taxi biasanya menggunakan mobil sedan kalau taxi ini menggunakan mobil xenia, sehingga kami memilih menggunakan taxi ini, kami pikir ongkosnya juga akan lebih murah, tapi ternyata kami sedikit tertipu. Argonya super mahaaaaalllll... -,- 

Di Rumah
Setibanya kami dirumah tante dewi (tantenya kiki), yang pertama dilakukan adalah mandi mandi dan mandi. Rumah tante dewi lumayan besar, sehingga tidak ada yang harus tidur diluar kamar. Cewe-cewe berjumlah 7 orang, masuk kedalam 1 kamar besar, cowo-cowo terbagi dalam 2 kamar, 4 orang dikamar tengah, dan 3 orang dikamar belakang, semua kamar dilengkapi dengan AC, sehingga sangat nyaman untuk ditinggali beberapa hari. Setelah seluruh rangkaian bersih-bersih selesai, kami berkumpul dihalaman belakang untuk dinner dan merencanakan tujuan jalan-jalan esok hari.

Day 1 : Solo

Batik Solo Trans
Depan pendopo utama Keraton Surakarta
Jam 8 pagi kami berjalan kaki ± 2 km untuk mendapatkan shalter bus Batik Solo Trans, kalau dijakarta dinamakan busway. Setiap pagi kami harus melakukan rutinitas jalan seperti ini, dikarenakan penghematan ongkos jalan-jalan. Hehehe... Tujuan pertama adalah Keraton Surakarta. Setibanya disana, kami harus berjalanan kaki lagi kira-kira 500 meter hingga akhirnya tiba di pendopo utara keraton, sampai disana kami istirahat karena udara sangat tidak bersahabat, panas sekali dan yang terpikirkan saat itu adalah dimana AC berada? Hahaha... Setelah puas istirahat dan berfoto-foto kami memutuskan untuk masuk keraton dan menyewa seorang guide, tujuannya supaya kami tau tentang sejarah keraton lebih dalam. Masuk ke keraton, ada tata cara yang harus ditaati, yaitu tidak boleh memakai celana pendek atau rok pendek dan tidak boleh menggunakan sendal. Berhubung banyak teman-teman yang menggunakan celana pendek dan sendal, jadi kami dipinjamkan oleh pihak keraton rok panjang dan celana panjang. Sendal tetap harus dilepas. Ada satu hal yang super lucu, teman saya, gilang, tidak kebagian celana panjang, jadinya dia menggunakan celana bunga-bunga yang lucu sekali, hahaha... Gilang berbadan tinggi, dan celana itu jadi ngatung di pakainya, semua orang tertawa-tawa melihatnya. Termasuk guide kami, hahhaa...
Depan pendopo utama Keraton Surakarta
Gilang as Flower Boy :)
Kereta raja
Kami sangat menikmati wisata kami di keraton, selain melihat isi keraton kami juga berkeliling ke Musium Keraton, belajar sejarah sedikit sih, hehhee... Menarik dan kagum, yang paling menarik adalah sisilah keluarga. Contohnya Raja Pakubuwono X memiliki 1 orang permaisuri, 35 orang selir, dan 66 anak. Uuooowwwww juara banyaknya, hehee...

Tengkleng Ibu Dewi
Setelah puas dikeraton dan musium kami istirahat di Pasar Klewer. Tidak belanja, tapi menunggu datangnya penjual makanan khas Solo, yaitu Tengkleng. Tengkleng adalah makanan yang terbuat dari kambing beserta ‘jeroan’ nya. Tengkleng Ibu Dewi ini, tengkleng paling terkenal di Solo. Dengan peralatan sederhana dan membuka tenda dipinggir pasar, dagangan Ibu Dewi ini ditunggu-tunggu oleh para wisatawan dan warga sekitar, selain harganya murah, tengkleng ini juga enak sekali. Tapi sayangnya, saya tidak suka kambing, hehhehe... Tengkelng Ibu Dewi buka jam setengah 2 siang dan dalam waktu kurang dari 2 jam tengkelng ini sudah habis terjual. Bagi kalian yang penasaran, silakan datang langsung ke TKP.

Solo Grand Mall
Puas makan tengkleng, kami melanjutkan perjalanan menuju Solo Grand Mall menggunakan becak. Sebenarnya tidak ada plan ke mall, tapi kami tidak kuat kepanasan dan ingin mecari sedikit hawa surga dari AC, hehehe... Hingga sore tiba, tepat jam 5 kami pergi ke Gladag. Gladag adalah pusat makanan khas solo. Hanya buka setiap malam hari. Gladag adalah nama jalan, hanya saja kalau malam jalan itu di tutup tidak boleh ada kendaraan yang lewat, karena akan dijadikan pusat jajanan makan malam. Gladag buka jam 6, dan kami datang kecepetan, hehee. Kami menunggu di Mall PGS yang sudah tutup sambil bermain tebak-tebakan, hahaha maklum kalau sudah tidak tau mau ngapain, hanya tebak-tebakan yang bisa dilakukan. Saya menyarankan, kalau kalian ke Gladag, cobain makan tongseng, sate buntel, dan timlo, makanan2 itu super lezat dan muraaaahhh...
Gladag - Galabo

Day 2 : Jogja
Prameks
Stasiun Purwosari
Ke jogja bisa menggunakan kereta cepat Prameks (Prambanan Ekspres). Kereta ini khusus melayani penumpang dengan tujuan solo-jogja. Perjalanan ditempuh dalam waktu 1 jam. Kereta cepat ini didesain sangat nyaman dan sangat pas untuk orang kantoran yang sifat kerjanya ngelaju. Kerja di jogja, rumah disolo, atau sebaliknya. Tujuan hari ini adalah Candi Prambanan. Kami berangkat dari Stasiun Purwosari yang tidak jauh dari rumah. Tepat jam 10.42 kami berangkat. Diperjalanan, saya dan oncom bertemu dengan seorang wanita bernama Sinta. Kami ngobrol karena kebetulan dia adalah orang solo asli. Obrolan kami sebatas tempat-tempat wisata di Solo. Kami sangat ingin naik bus tingkat, kami menyebutnya Bus double dekker, hehee... Sinta bilang bis itu ada malam ini jam 7, karena kami sangat ingin naik bis itu, kamu memutuskan hanya ke candi prambanan saja hari itu, supaya bisa sampai solo sebelum jam 6 sore. Tadinya setelah dari prambanan, kami mau ke Kaliurang, melihat air terjun dan lainnya. Tapi dibatalkan saja, demi bus tingkat. 

Prambanan Temple
Di prambanan, kami tidak menyewa guide, karena keterbatasan dana, hehehe... jadi kami hanya masuk untuk berfoto-foto. Ohiya, sebelum masuk, kami sempat makan di warung disekitar candi, harga makanan dicandi itu sangat murah, sampai tergiur, tapi ternyata makanan yang datang kurang bersih dan tidak enak, pelajaran yang bisa didapat adalah jangan makan di warung itu, lebih baik makan dulu sebelum sampai prambanan.

Foto-foto di stasiun Maguwo
Sore tiba, kami langsung menuju Stasiun Maguwo menggunakan bus trans Jogja. Di Stasiun saya bertemu sahabat saya, Nitha. Dan kemudian pulang menuju solo lagi. Seperti rencana awal, kami pulang sore hari agar bisa naik bus tingkat, tapi ternyata setelah dikonfirmasi bus itu tidak pernah ada dimalam jumat seperti ini, bus itu hanya ada di hari sabtu dan minggu. Dan kami semua merasa tertipu dengan orang itu. Untuknya didekat situ ada warung bakso yang ramai, dan kami puas makan malam dengan baso 2 mangkok. Hehheee...
Hehheee, itu Uthy yang paling kanan
Day 3 : Jogja
Taman pintar
Horaayy, hari ini waktunya belanja belanji. Kami pergi seperti kamarin, sampai di stasiun tugu dan langsung jalan kaki dulu menuju Taman Pintar terlebih dahulu. Entah kenapa panasaran pengen masuk kesana, selain tempat wisata baru, taman pintar ini juga sangat mendidik untuk para anak kecil yang mau belajar. Di taman pintar ini lumayan lengkap, dan memang sangat cocok untuk anak kecil. Kalau diceritain taman pintar itu seperti apa, nanti jadi tidak penasaran, lebih baik langsung saja menuju TKP ya guys! Selain wisata kalian juga bisa sambil belajar mengenai banyak hal. Jangan lupa ajak adik, anak, atau siapa saja. Supaya pintar-nya sama-sama. Hehehe...

Setelah puas mengasah otak, kami naik becak ke Gudeg Yu Djum, gudeg yang paling terkenal di jogja, dan sangat lezaaaaatttt !! yummiii !!! walaupun agak sedikit mahal, tapi gudeg ini tetap ramai diserbu warga, kalau penasaran langsung ke TKP ya guys, di jl. wilijan. Jangan lupa mengajak saudara, kerabat, dan keluarga kalian. Hehehhe...

Kenyang makang, it’s time to shopping !!! pertama adalah beli oleh-oleh bakpia di jl. KS Tubun, ada bakpia 72, bakpia 25, dan bakpia Djava. Semuanya enak, tapi saya paling suka bakpia 75. Setelah itu belanja batik khas Jogja. Saya sih tidak tau mau belanja apa, karena saya terbilang cukup sering ke Jogja, jadinya saya hanya membeli beberapa titipan papa, mama, dan denny. Karena terlalu rame kalo belanja sama-sama akhirnya saya misah sendiri dan bertemu dengan teman saya Tees. Kami berbelanja bersama mencari titipan tersebut, sambil bercerita-cerita. Yang saya heran, denny nitip sesuatu yang beda dari yang lain, yaitu baju kusir kuda dan buku-buku budaya jogja. Yang paling mudah ditemukan ya baju kusir kuda, kalau buku-buku budaya jogja saya tidak tau harus mencarinya dimana. Puas berbelanja saya istirahat sejenak di Malioboro Mall bersama tees, sebelum akhirnya menuju Stasiun Tugu dan kembali ke solo. Sesampainya di rumah, ternyata dari semua teman-teman cewe, saya yang belanjanya paling sedikit, heheee... Maklum lah, mungkin pada jarang ke jogja, jadi puas2in belanja deh...

Naaahh begitulah cerita tentang liburan singkat saya bersama teman-teman kampus. Ada suka ada dukanya. Ada hal lucu dan ada hal yang tidak lucu. Ada yang bilang cinta lokasi tapi ada juga yang sampai dibuat nangis. Yaa begitulah, namanya juga kebersamaan. Sebelumnya saya akan memberikan rincian harga-harga di Solo-Jogja, siapa tau aja kalian akan ikut berlibur kesana juag bersama teman-teman.
Item
Harga
Keterangan
Kereta Lodaya
Rp 110.000,-
Kelas bisnis
Rp 130.000,-
Kelas bisnis (weekend)
Batik solo Trans
Rp 3.000,-
Hanya ada sampai jam 6 sore.
Trans Jogja
Rp 3.000,-

Gudeg Yu Djum
Rp 8.000,- s.d. Rp 30.000,-
Tergantung tambahan makanan.
Karcis taman pintar
Rp 15.000,-
Dewasa
Rp 8.000,-
Anak-anak
Rp 15.000,-
Tambahan masuk 4D
Nyewa angkot
Rp 30.000,- s.d. Rp 60.000,-
Tergantung jarak tempuhnya
Masuk Keraton solo
Rp 15.000,-
Harus bisa bahasa Jawa, agar lebih murah.
Guide Keraton
Rp 15.000,- s.d. Rp 50.000,-
Se-ikhlasnya.
Becak
Rp 3.000,- s.d. Rp 15.000,-
Tergantung jarak tempuhnya
Kereta prameks
Rp 9.000,-
Semua kereta sama hargnya kalau tujuannya Solo-Jogja.
Candi Prambanan
Rp 20.000,-
Khusus prambanan saja.
Rp 30.000,-
Prambanan dan candi ratu boko. Sudah free transportasi.
Bus tingkat
Rp 25.000,-
Per orang
Bakpia
Rp 15.000,- s.d. Rp 30.000,-
Tergantung rasa dan isi.
Tengkleng
Rp 15.000,-


Semoga info-info ini dapat bermanfaat bagi kalian yang akan berlibur. Saya sarankan, jika memang akan berlibur dengan jumlah orang yang banyak, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, selain akan menghemat ongkos, kalian tidak akan kerepotan. Karena angkuta umum di solo hanya sampai jam 5 sore. Lewat dari itu hanya ada taxi yang hitungnya lebih mahal. Di jogja, transportasi umum hanya ada bus, sehingga sedikit menyusahkan jika menuju tempat-tempat wisata. Selain itu, enaknya kalau berlibur ke sana adalah, orang-orangnya yang raman dan sabar.

Selamat berlibur, dan selamat beraktifitas ! 

Love, Alinda Rachmayani Permana